Iklans.com - “Kamu belum puas?”
“Belum Tante.”“Benar?”
“Benar Tante.”
Kemudian Tante Lis membalikkan tubuhnya dan bersamaan dengan itu Martha ganti mendorongnya ke tembok. Dilihatnya lagi kedua payudara Tante Lis. Kemudian digesek-gesekkan puting kedua payudaranya ke kedua puting payudara Tante Lis. Keduanya sama-sama mengeluarkan suara. “Ouohh..”
Bibir Tante Lis ingin mencium bibir Martha. Tetapi sengaja Martha menghindar. Martha lalu ganti ingin memperlakukan Tante Lis seperti apa yang telah diperlakukan padanya. Mulut Martha lalu turun ke bawah menjilati payudara kanan Tante Lis. Sedangkan tangan kanannya membelai payudara kiri Tante Lis dan juga memilin-milin puting payudara kiri Tante Lis. Mulutnya turun ke bawah sambil tetap mempermainkan kedua payudara Tante Lis. Mulutnya tepat pada kemaluan TanteLis. Lidahnya dikeluarkan. Disentuhkannya ujung lidahnya ke kemaluan Tante Lis berulang-ulang. Sekarang Martha sudah menjilati kemaluan Tante Lis sambil jari telunjuk tangan kirinya membuka kemaluan Tante Lis dan tangan kanannya masih menikmati permainan kedua payudara Tante Lis.
Lidahnya dimasukkan ke dalam celah kemaluan Tante Lis. Lidah Martha sudah merasa puas bermain-main di liang kemaluan Tante Lis. Sekarang jari-jarinya dikeluar-masukkan ke dalam lubang kemaluannya. Dikocoknya pelan-pelan. Mulut Martha rupanya belum puas dan ikut membantu jari-jari Martha dalam mempermainkan lubang kemaluan Tante Lis. Berkali-kali Tante Lismendesah. “Aaahh.. aahh.. aahh..”
Akhirnya mereka berdua berpelukan erat sambil berciuman. Kedua payudara mereka saling menempel. Kedua kemaluan mereka juga saling menempel. Mereka berdua saling membelai punggung dengan halus. Tante Lis menambahi dengan jari telunjuk tangan kanannya yang masuk mengocok lubang pantat Martha. Martha mengikutinya dengan juga memasukkan jari telunjuk tangan kanannya yang masuk mengocok lubang pantat Tante Lis. Bibir mereka melepaskan ciuman dan keluarlah suara.. “Aaahh.. aahh.. aahh..”
Demikianlah keduanya mencapai puncak orgasme setelah memainkan lobang pantat masing-masing.
WIDYA DAN SUSAN
Widya berusia 22 tahun dengan ukuran payudara 36 dan tubuh yang ideal. Dia masih berstatus mahasiswi di sebuah PTS di Yogyakarta. Sedangkan Susan berusia 26 tahun dengan ukuran payudara 36 dan tubuh yang ideal. Dia bekerja sebagai karyawan sebuah kantor swasta di Yogyakarta. Mereka berdua tinggal di asrama putri tempat Ibu Anna di Yogyakarta bagian utara.
Terkait
Mereka berdua menjadi lesbian ketika suatu pagi berebutan kamar mandi. Ada 2 kamar mandi di asrama yang berpenghuni cuma 4 orang. Satu kamar mandi sedang dipakai orang. Sedangkan yang satu masih kosong. Secara serempak mereka berdua sudah berada di depan kamar mandi.
“Aku tergesa-gesa,” kata Widya.
“Aku juga tergesa-gesa,” kata Susan.
Mereka terdiam beberapa saat sampai kedua mulut mereka serempak mengeluarkan suara.
“Sama-sama saja.”
Mereka berdua langsung masuk ke kamar mandi dan Susan mengunci pintu kamar mandi tersebut.
“Tapi bagaimana caranya. Gayung cuma satu, sabun cuma satu, pasta gigi cuma satu,” kata Susan.
“Iya. Dan juga aku malu kalau telanjang,” kata Widya.
“Kalau itu tidak masalah. Kita saling membelakangi.”
“Begini saja. Kamu dulu yang mandi. Aku gosok gigi dulu.” Lanjut baca!

0 Response to "Cerita Pesta Sex Lesbi Bersama 20 Pria Brotot 2"
Posting Komentar