Explore Zona Dewasa

Heboh! Party Seks Lesbi dan Tukar Memek

 Iklans.com - Dan kini kubalikkan tubuhnya. Dia telah tengkurap. Aku merangkaki punggungnya. Kujilati kuduknya hingga dia menjerit kecil. Kujilati punggung dan kedua belikatnya. Dia mengaduh. Kemudian kujilati pinggulnya hingga dengan liarnya dia menggelinjang. Dan saat kujilati bukit bokongnya serta kumasukkan lidahku ke belahan bokongnya, dia tak mampu lagi menahan diri. Dia ingin agar aku menjilatinya lebih dalam lagi. Dengan kepalanya yang masih bertumpu pada bantal, dia mengangkat pantatnya tinggi-tinggi hingga seluruh pantatnya terbenam ke wajahku.

“Mbak Marinii.., jilati iniku Mbaakk.., jilati pantatku Mbakk.., jilati lubangnya Mbakk.., ayoo Mbakk.., jilati Mbakk.., aku mohon mbaakk”.

Ah, Surti nampak sangat menderita. Sangat tersiksa. Dia merintih. Dia memohon padaku untuk menjilati pantatnya. Menjilati lubang duburnya, seperti saat dia menjilati lubang duburku tadi. Rupanya dia juga memintaku untuk melakukan hal yang sama sebagaimana dia telah melakukannya padaku. Aku segera memahaminya. Dan bagiku, hal itu adalah bentuk kepasrahan Surti yang dipercayakannya padaku. Surti ingin membagi kenikmatan birahi bersamaku. Aku tenggelam dalam deritanya, dalam siksanya, dalam rintihnya. Aku larut dalam permohonannya. Aku terseret dalam alun birahinya.

Kujilati dubur Surti hingga birahiku langsung melonjak. Sambil kujilati pantatnya, tanganku meraih nonoknya dan kuelus, sambil jari-jariku menusuk lubang vaginanya. Rupanya kombinasi kenikmatan yang kulimpahkan padanya membuat Surti benar-benar tak mampu bertahan. Dengan serta merta dia berbalik bangkit, kemudian tangannya meraih dildo yang berkepala dua.

“Ayoo Mbak. Mbak masukin ke nonok Mbak. Aku yang di sebelah sini”.

Maksudnya adalah agar aku bersama dengannya menggunakan dildo untuk saling bermasturbasi. Aku belum berfikir panjang saat dia langsung memeluk, melumatku dan dengan tangannya langsung memasukkan dildo itu ke memeknya. Dan berikutnya dia mendekatkan batang dildo yang sama ke memekku dari ujung yang lain. Ah, biarlah aku mencobanya.

Kemudian seperti layaknya pasangan jantan dan betina, dia mulai memompa. Dia melakukan gerakan memompa dengan dildo berkepala dua itu. Dan efeknya padaku sungguh mempesona. Aku serasa mendapatkan pelukan yang demikian cantik dan lembut, sekaligus mendapatkan rasa kontol yang besar dan panjang. Aku ikut mengayun. Kegatalan vaginaku tak lagi mampu kubendung. Aku ingin pipis yang teramat sangat. Nafasku memburu. Nafas Surti juga memburu. Pompa dan ayunan kami semakin cepat. Akhirnya, aku dan Surti meraih orgasme bersamaan. Kami mengeluarkan air mata karena nikmat tak terkira ini. Kami masih saling berpelukan dan melumat hingga cairan-cairan kami betul-betul tuntas mengalir keluar. Selera dan nafsu biseksku semakin subur sejak bertemu Indri, tetanggaku yang istri pelaut itu. Dan aku sungguh merasakan kebahagiaan pada saat bertemu Surti ini. Aku tidak sendiri. Aku ingin memenuhi harapan Indri. Suatu saat nanti, aku akan berkumpul bertiga untuk bersama-sama mengarungi kenikmatan ini.

Akhirnya, seperti kebiasaan rutin di kantornya, Surti pulang tepat pada pukul 5 sore dari rumahku. Kami memiliki banyak rencana untuk mengarungi kenikmatan bersama di hari-hari nanti. Seharian bersama Surti ini sangat menggairahkan dan merupakan kenangan indah yang tak akan pernah kulupakan. Baca selengkapnya!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Heboh! Party Seks Lesbi dan Tukar Memek"

Posting Komentar