Topoin.com - Aku baru tersadar saat kudengar pula suara desahan halus. Aku membuka mataku. Aku melihat dari dekat. Aku melihat wajah Bu Retno dengan sangat jelas. Ternyata Bu Retno telah sepenuhnya memelukku dan mencium serta melumat bibirku.
“Jeng Marinii.., oohh Jeeng.., Jeng Marinii, kamu cantik sekali.., saya sangat merindukanmu Jeeng.., saya selalu merindukan Jeng Marinii”.
Aku kini baru sadar sepenuhnya. Rupanya kungkungan serigala-serigala lapar dari kantor suamiku tak kunjung habis-habisnya. Dan kini aku berada di pangkuan serigala betina tua yang sangat kelaparan. Yang mampu memainkan peranannya dengan sedemikian hebat hingga aku terjatuh di pangkuannya sebagaimana yang sedang berlangsung saat ini. Dan tiba-tiba aku kembali merasakan getaran libidoku yang tak mampu kutahan.
Aku sangat menikmati lumatan bibir Bu Retno yang sangat lembut ini. Bu Retno, dekaplah aku lebih erat lagi. Aku juga selalu mengagumimu selama ini. Aku selalu terpesona akan kecantikan dan kelembutanmu. Dengan penuh kesadaran, kini tanganku meraih kepala Bu Retno dan menekan lebih lekat bibirnya ke bibirku. Aku membalas lumatannya dengan penuh birahi. Dan bermenit-menit kemudian kami saling melumat dan mendesah-desah. Tak ada lagi air mata. Tak ada lagi rasa malu, kekhawatiran dan ketakutan. Kini yang ada adalah dua anak manusia berjenis kelamin perempuan yang sedang bersama-sama mengayuh kenikmatan birahi sesaat untuk mendapatkan kepuasan biologis seksualitasnya.“Bu Retno, aku juga selalu mengimpikan saat-saat seperti ini bersama Ibu. Aku selalu memendam birahi pada Bu Retno yang selalu tampil cantik, Bu”.
Bu Retno tidak menjawabnya dalam kata-kata. Tangannya langsung menyusup ke blusku, meremas payudaraku dan memainkan jari-jarinya pada putingku. Aku menggelinjang menerima kenikmatan darinya. Aku cenderung menyerahkan diriku sepenuhnya untuk memenuhi kehausan birahi Bu Retno.
“Jeng, ampuunn nikmatnya Jeng Marinii.., oohh..”, Racau Bu Retno sambil tangannya seakan dikejar setan mulai melucuti seluruh blusku.
Dan secepatnya pula dibenamkannya wajahnya ke dadaku. Bibir dan lidahnya menyedot dan menjilati payudaraku beserta putingnya yang kemudian juga merambah terus hingga ke lembah ketiakku.
“Jeng Marini, kamu cantik sekali.., aku rasanya bersedia jadi budakmu Jeng Marini.., biarkan aku memandikan Jeng Marini dengan lidahku. Aku akan sangat menikmati keringat-keringatmu Jeng. Ooohh..”.
“Aku bersedia menceboki nonok dan pantat Jeng Marini setiap hari selesai membuang beban pagimu, sayang..”.
Begitulah Bu Retno meracau tak karuan sambil terus menjilati putingku. Tangan kanannya bergerilya ke pahaku. Dielusnya pahaku dengan penuh kegemasan. Kemudian berpindah ke selangkanganku. Dicari-carinya celana dalamku. Dielusnya celana dalamku yang lembab oleh keringat. Dia gosokan tangannya seakan hendak memindahkan lembab celana dalamku ke tangannya itu. Kemudian dia cari tepiannya. Dia susupkan jari-jarinya agar menjangkau kemaluanku. Aku tergetar dengan hebat saat jari-jarinya menyentuh bibir vaginaku. Aku mendesah. Baca selengkapnya!

0 Response to "Viral! Party Sex Lesbi dan Tukar Anal"
Posting Komentar